ILMU TENTANG KATA
Kata merupakan kumpulan dari huruf-huruf hidup dan huruf-huruf mati, yang membentuk suatu arti/makna yang dapat dipahami orang-orang yang membacanya atau mendengarnya. Pada dasarnya pengertian kata terbatas pada kumpulan huruf hidup dan mati, namun jika terbatas pada pengertian tersebut maka akan banyak kata-kata tidak jelas dalam kehidupan pergaulan manusia dan menghambat pembahasan saya,
Contoh : ketika lagi nongkrong, teman saya bertanya pada saya
“dari mana bro? sudah Poi belum?”
“dari rumah ini, Poi apaan b*ngs*t?”
“Kagak Cuma kata bikinan gua aja, hehehe”
“hmhmh, anda tau K*n*t*l”
“tau”
“nah itu, lu hahaha”
*kalo anda “wibu” atau sebangsanya pasti tau arti poi yang saya maksud.
Nah dari contoh berikut ibaratkan dalam pergaulan kita mendengar kata-kata tidak jelas dan tiada artinya dari teman kita, pasti membuat kita emosi dan ingin memukul mulutnya dan berteriak “ngomong apa si lu bgst”, oleh sebab itu pengertian kata yang saya tulis diatas sudah cukup untuk mengutarakan mengenai apa itu kata, dan jika ada sebuah kata tidak sesuai dengan pengertian saya maka itu bukan kata hanya terbatas kumpulan huruf saja.
Ilmu tentang kata merupakan salah satu ilmu dari cabang ilmu linguistik yaitu ilmu yang membahas bahasa, dalam bahasan saya ini saya tidak berkutat pada bahasa namun fokus kepada kata saja, dalam mempelajari kata tersebut diperlukan suatu ilmu-ilmu yang mendukung untuk mengetahui suatu kata, ilmu-ilmu tersebut adalah:
1. MORFOLOGI
Morfologi atau ilmu bentuk kata adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Dapat pula dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantik.
Dalam ilmu morfologi, terdapat morfem yaitu bagian terkecil dari sebuah kata.
Pembagiannya bisa digambarkan sebagaimana berikut ini:
1. Sebuah wacana dapat dipecah menjadi kalimat.
2. Kalimat dapat dipecah menjadi bagian makna terkecil, yaitu kata.
3. Kata dapat terdiri atas beberapa morfem, contohnya menanamkan = me-tanam-kan, bisa juga hanya terdiri atas satu morfem, misalnya rumah, kursi, selamat, eksekusi.
2. ETIMOLOGI
Etimologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal usul suatu kata. Misalkan kata etimologi sebenarnya diambil dari bahasa Belanda etymologie yang berakar dari bahasa Yunani; étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos (ilmu). Pendeknya, kata etimologi itu sendiri datang dari bahasa Yunani ήτυμος (étymos, arti kata) dan λόγος (lógos, ilmu).
Beberapa kata yang telah diambil dari bahasa lain, kemungkinan dalam bentuk yang telah diubah (kata asal disebut sebagai etimon). Melalui naskah tua dan perbandingan dengan bahasa lain, etimologis mencoba untuk merekonstruksi asal usul dari suatu kata - ketika mereka memasuki suatu bahasa, dari sumber apa, dan bagaimana bentuk dan arti dari kata tersebut berubah.
Etimologi juga mencoba untuk merekonstruksi informasi mengenai bahasa-bahasa yang sudah lama untuk memungkinkan mendapatkan informasi langsung mengenai bahasa tersebut (seperti tulisan) untuk diketahui. Dengan membandingkan kata-kata dalam bahasa yang saling bertautan, seseorang dapat mempelajari mengenai bahasa kuno yang merupakan “generasi yang lebih lama”. Dengan cara ini, akar bahasa yang telah diketahui yang dapat ditelusuri jauh ke belakang kepada asal usul keluarga bahasa Austronesia.
3. TERMINOLOGI
Terminologi (bahasa Latin: terminus) atau peristilahan adalah ilmu tentang istilah dan penggunaannya. Istilah (Arab: اصطلاح, iṣṭilāḥ) adalah kata dan gabungan kata yang digunakan dalam konteks tertentu. Kajian terminologi antara lain mencakup pembentukannya serta kaitan istilah dengan suatu budaya. Ahli dalam terminologi disebut dengan juru istilah "terminologist" dan kadang merupakan bagian dari bidang penerjemahan.
Bidang ilmu terminologi terdiri dari cabang berikut:
· pada kasus terminologi dua bahasa atau lebih, menetapkan kesamaan antar istilah dalam bermacam-macam bahasa
· mengelola seluruh basis data istilah
· membuat kosakata baru jika diperlukan
itulah ilmu-ilmu yang mempelajari tentang kata, dengan mempelajari ilmu-ilmu tersebut anda akan dengan mudah untuk menjelaskan definisi-definisi mengenai sesuatu, dan mempelajari kata adalah salah satu cara untuk memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini, demikian pembahasan saya mohon maaf jika kurang jelas dan penuh kekurangan, semoga pembahasan saya berguna untuk kita semua.
Daftar Pustaka: